Dokumentasi

Cerita Sukses Digital

Pesona Alam

Sunset Tumaluntung

Ekowisata

Air Terjun Dano TuaWisata Alam

Warisan Leluhur

Waruga Kampung TuaWisata Budaya

Produk Lokal

Gula Merah ArenWisata Edukasi

Produk Unggulan

Wine PalaWisata Edukasi

Tentang Kami

Profil Desa

Mengenal lebih dalam identitas kami, tapak tilas sejarah perjuangan para sesepuh, dan mimpi kolektif masa depan desa.

Profil Unggulan

Desa Wisata Tumaluntung

Mata Air Sejarah dan Budaya di Kaki Gunung Klabat

Desa Tumaluntung berdiri tegak di bawah kaki Gunung Klabat, gunung tertinggi di Sulawesi Utara. Dianugerahi kekayaan alam yang asri, udara pegunungan yang sejuk, serta warisan megalitik “Waruga” (makam batu leluhur Minahasa) yang sangat bernilai tinggi. Kehidupan sosial budaya masyarakatnya yang hangat di 18 wilayah (Jaga) berakar kuat pada nilai-nilai tradisi dan gotong-royong yang luhur.

Dahulu dikenal dengan nama Tumarendem (“tempat yang dikasihi” dalam bahasa Tonsea), kawasan ini telah menjadi pusat peradaban subetnis Tonsea sejak tahun 1170. Nama “Tumaluntung” sendiri berarti “tempat yang dimahkotai” atau “wilayah yang luas dan subur” — mencerminkan harmoni antara manusia dan alam yang terus dijaga hingga kini.

Warisan Megalitik

Rumah makam batu purba (Waruga) dengan seni pahatan bercerita khas Minahasa.

Kaki Gunung Klabat

Berlokasi di ketinggian lereng gunung tertinggi Sulawesi Utara yang sejuk dan asri.

Sejak 1170

Komunitas adat telah ada sejak 1170, dengan pemerintahan desa terbentuk tahun 1656 (Hukum Tua pertama: Dotu Rotty). Kini dipimpin oleh Hukum Tua ke-55, Richard S. Kamagi, SH.

Mapalus & Seni Budaya

Sistem gotong royong Mapalus — saling menolong dalam ketulusan — dan pusat pelestarian tari tradisional serta musik kolintang di 18 Jaga.

Desa Wisata Terpadu Minahasa UtaraKomunitas Adat Sejak 1170
Statistik Kependudukan

Demografi Desa Tumaluntung

Data populasi dan distribusi warga Desa Tumaluntung yang diperbarui secara berkala sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik.

Total Populasi Warga
0Jiwa

*Terdiri dari warga menetap di 18 Jaga (wilayah kependudukan) di lereng Gunung Klabat.

Rasio Gender Penduduk
51.1%
48.9%
Laki-laki
1.820Jiwa
Perempuan
1.743Jiwa
Rasio Seks: 104,4Sensus Terbaru
Kepala Keluarga (KK)0KK
Wilayah Jaga0Jaga
Jelajahi

Potensi Desa

Dari hamparan alam hijau, tradisi budaya yang kaya, hingga pengalaman edukasi yang tak terlupakan.

Ekowisata Alam / Nature

Pesona Keheningan Kaki Klabat

Dikelilingi oleh hamparan alam hijau di bawah Gunung Klabat — gunung tertinggi di Sulawesi Utara — Tumaluntung menawarkan tempat pelarian sempurna dari kebisingan kota. Mulai dari hutan pinus yang tenang, air terjun Dano Tua yang menyegarkan, hingga Batu Susun Dinamuden purba yang menyimpan misteri ribuan tahun. Dalam perjalanan trekking, pengunjung berkesempatan melihat Yaki (Macaca nigra), endemik Sulawesi Utara.

Gunung Klabat & Hutan Pinus

Jelajahi kaki gunung tertinggi di Sulawesi Utara dengan hutan pinus yang rimbun dan camping ground alami.

Air Terjun Dano Tua

Aliran air pegunungan segar di balik rimbunan pohon tropis. Spot trekking selama 2 jam dari desa.

Batu Susun Dinamuden

Formasi batu purba "tangga ke kayangan" berusia ribuan tahun dengan teknik masonry tanpa perekat.

Air Terjun Dano Tua di kaki Gunung Klabat
Survey Minat

Apa Yang Menarik Untukmu?

Bantu kami mengenal minat Anda. Pilih objek wisata atau budaya yang paling menarik di Desa Tumaluntung.